190407
First Thing in the Morning
Nyaman…
Ketika terbangun dan tersadar
bahwa di belahan bumi lain
seseorang pun terbangun dan teringat
Hal yang sama…
AAARRRGGGHHH!!! Seseorang tiba2 memasuki hidupkuh!
Tiba-tiba namanya kerap menyambangi kotak masuk dan panggilan tak terjawab di ponselkuh!
Tiba-tiba rasa senang merayapi bila ponsel bergetar dan menampilkan namanya di layar. Tanpa sadar menatap layar berlama-lama dan berharap ponsel bergetar kembali –seiring bergetarnya hati-
Dan sepuluh menit terasa lama. –ur ten minuts’s rule-
Dan ‘sialnya’ sepertinya saya punya feeling yang –mungkin- sama dgn yg dia rasakan…
Mau dikemanakan penantian yang lama ini??? Sadar ta...
Tapi sebelumnya ini juga pernah terjadi kan? bahkan berkali-kali, tiga kali mungkin. Tapi kali ini lain sodarakuh...kenapa? kenapa? kenapa?!
-okay, Imoth ‘kenapa’ bukan pertanyaan yang dewasa kan?-
Tapi sumpah bingung!!!
Tidak mungkin meniadakan sesuatu yang telah satu-setengah-tahun lamanya…
Padahal kemarenan udah bikin suatu kemajuan, walaupun semakin mencoba sepertinya semakin yakin, yakin bahwa ‘ngga deh, kayaknya…’ –bener bgt Teh!-
Hikz…hikz…hikz…
Kalau dipiqr2 bukan karena bosan ini…bukan, hati ga bisa dibohongi…
Jadi inget Citra, kita terlalu lama menunggu pintu yang tertutup padahal ada pintu lain yang terbuka –dan menunggu kita masuk.
Jadi…akankah tetap menunggu ketidakpastian?
Atau memasuki pintu kedua???
Tunggu jawabannya beberapa saat lagi, pemirsah!
AAARRRGGGHHH! SIALAAAAAN!!!
Siapa siapa siapa dia???
Sekarang gw jd bingung mr.manuver or mr.silence ???
Hampir 3 bulan setelahnya…
Sudah menetapkan hati bahwa takkan kemana2 tetap terpaku pada obsesi yg dulu yang kini mulai menemukan titik terangnya. Apa boleh buat harus menyakiti hati yang lain yang berarti juga menyakiti diri sendiri. Pasti akan terasa perih tapi mungkin hati ini telah terbiasa karena bukan kali pertama harus tiba2 mencerabut sesuatu yang telah tertanam di dalamnya. Yang setiap hari disirami dan tumbuh menjadi besar dan rimbun berbunga. Tapi hati memang harus memilih. Tuhan tidak menciptakan 2 hati dalam satu rongga dada. Perih...
200707
Yah...sudah berakhir semua keraguan yang telah terbendung lama. Mungkin setelah rasio membuat keputusan hati ini akan terbiasa. Ternyata baru tersadar hati ini bisa juga ikut berpikir. Setelah memutuskan ini semua. Setelah merasa kehilangan sesuatu. Setelah melihatmu terpekur lama. Setelah menepuk pundakmu. Setelah mengelus ubun-ubunmu. Setelah beranjak pergi tanpa menoleh lagi ke belakang. Kaki ini berat. Mata ini panas. Hati ini perih…
Tidak (boleh) ada penyesalan…
First Thing in the Morning
Nyaman…
Ketika terbangun dan tersadar
bahwa di belahan bumi lain
seseorang pun terbangun dan teringat
Hal yang sama…
AAARRRGGGHHH!!! Seseorang tiba2 memasuki hidupkuh!
Tiba-tiba namanya kerap menyambangi kotak masuk dan panggilan tak terjawab di ponselkuh!
Tiba-tiba rasa senang merayapi bila ponsel bergetar dan menampilkan namanya di layar. Tanpa sadar menatap layar berlama-lama dan berharap ponsel bergetar kembali –seiring bergetarnya hati-
Dan sepuluh menit terasa lama. –ur ten minuts’s rule-
Dan ‘sialnya’ sepertinya saya punya feeling yang –mungkin- sama dgn yg dia rasakan…
Mau dikemanakan penantian yang lama ini??? Sadar ta...
Tapi sebelumnya ini juga pernah terjadi kan? bahkan berkali-kali, tiga kali mungkin. Tapi kali ini lain sodarakuh...kenapa? kenapa? kenapa?!
-okay, Imoth ‘kenapa’ bukan pertanyaan yang dewasa kan?-
Tapi sumpah bingung!!!
Tidak mungkin meniadakan sesuatu yang telah satu-setengah-tahun lamanya…
Padahal kemarenan udah bikin suatu kemajuan, walaupun semakin mencoba sepertinya semakin yakin, yakin bahwa ‘ngga deh, kayaknya…’ –bener bgt Teh!-
Hikz…hikz…hikz…
Kalau dipiqr2 bukan karena bosan ini…bukan, hati ga bisa dibohongi…
Jadi inget Citra, kita terlalu lama menunggu pintu yang tertutup padahal ada pintu lain yang terbuka –dan menunggu kita masuk.
Jadi…akankah tetap menunggu ketidakpastian?
Atau memasuki pintu kedua???
Tunggu jawabannya beberapa saat lagi, pemirsah!
AAARRRGGGHHH! SIALAAAAAN!!!
Siapa siapa siapa dia???
Sekarang gw jd bingung mr.manuver or mr.silence ???
Hampir 3 bulan setelahnya…
Sudah menetapkan hati bahwa takkan kemana2 tetap terpaku pada obsesi yg dulu yang kini mulai menemukan titik terangnya. Apa boleh buat harus menyakiti hati yang lain yang berarti juga menyakiti diri sendiri. Pasti akan terasa perih tapi mungkin hati ini telah terbiasa karena bukan kali pertama harus tiba2 mencerabut sesuatu yang telah tertanam di dalamnya. Yang setiap hari disirami dan tumbuh menjadi besar dan rimbun berbunga. Tapi hati memang harus memilih. Tuhan tidak menciptakan 2 hati dalam satu rongga dada. Perih...
200707
Yah...sudah berakhir semua keraguan yang telah terbendung lama. Mungkin setelah rasio membuat keputusan hati ini akan terbiasa. Ternyata baru tersadar hati ini bisa juga ikut berpikir. Setelah memutuskan ini semua. Setelah merasa kehilangan sesuatu. Setelah melihatmu terpekur lama. Setelah menepuk pundakmu. Setelah mengelus ubun-ubunmu. Setelah beranjak pergi tanpa menoleh lagi ke belakang. Kaki ini berat. Mata ini panas. Hati ini perih…
Tidak (boleh) ada penyesalan…